up in the woods, down on my mind

Ada salah satu cerita yang dulu membuatku takut akan kematian. Salah satunya adalah, karena nanti badanmu akan dipenuhi cacing dan belatung — hancur dan remuk — akibat dosa-dosa yang kamu perbuat. Mungkin seperti azab dari dosa-dosa tersebut, katanya. …

“I was born without my consent”

aku terobsesi dengan kematian. namun terlalu pengecut untuk mengakhiri dengan tangan sendiri. menurutku kematian itu menggenapkan, akhir sekaligus awal bagi suatu siklus. seperti pér, berada di titik yang sama namun pada dimensi yang berbeda. …

Kebiasaan melamun nyatanya sulit ditinggalkan, apalagi ketika pemandangannya begitu indah untuk dilewatkan. Perjalanan di atas kapal cepat terbuka yang menghubungkan pulau ke pulau selalu menyediakan pemandangan langit yang indah. Kala itu di Papua, dan saat ini di Kalimantan.

Aku rasa awan di sini mudah digapai dengan tangan, saking dekatnya dengan…

Hutan bambu di Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur

Desa Genamere merupakan salah satu desa yang tergabung di dalam Kawasan Hutan Inelika, salah satu dari sekian kawasan yang terlibat dalam Program Penanaman Satu Juta Bambu pada tahun 1997 lalu. Saat ini, lokasi penanaman tersebut menjadi kawasan Perhutanan Sosial dalam skema hutan kemasyarakatan (HKm) yang didistribusikan ke dalam lima kelompok…

Fresh air that cleanse your lungs in Manimbahoi Village, South Sulawesi.

An alarming increase of air quality index in Jakarta

Jakarta’s bad air quality has been a hot issue since people living there mentioning repeatedly how smog smothered the fully air-conditioned skyscrapers they worked in. According to Greenpeace report released in early 2019, Jakarta is listed as Southeast Asia’s most polluted city. It is also shown in Air Visual stated…

Seperti bakteri, ia pun pengurai. Namun yang diurai tentu saja bukan materi organik. Ia mengurai perasaan, bagaimana kata dirangkai untuk kemudian diungkapkan sebagai deskripsi rasa. Tidak mungkin semua mengerti, tidak apa. Interpretasi orang pun bisa berbeda-beda. Yang penting luapan emosi itu dapat terurai. Menciptakan pemantik agar yang lain dapat berpikir, atau empati agar pembaca merasakan hal yang sama.

Perihal uraian harus bermakna, sebenarnya apa itu makna dan mengapa begitu dipermasalahkan. Ada atau tidaknya mungkin berpengaruh pada kualitas uraian, tapi makna begitu subjektif. Tidak perlu meninggikan atau merendahkan, karena makna itu bagian dari rasa. Jika ada yang menangkapnya, mungkin rasa yang terurai memanglah dinikmati juga.

Urai dan terburai, tercerai berai. Kita ini hidup dari ragam hancuran yang terbentuk kembali, untuk kembali hancur dan membentuk lagi.

Sumber: thatkindofwoman.tumblr.com

Kini aku mengerti mengapa aku lebih menyukai perjalanan dari pada tiba di tujuan. Perjalanan menyediakan kebebasan untuk melamun. Melamun merupakan hal yang paling menyenangkan, ketika pikiran dibawa terbang tanpa arah dan tujuan.

Aku tidak mengerti mengapa melamun menjadi begitu tabu. Takut kerasukan menjadi salah satu alasan kuat untuk menghindari sebuah…

ja.bang ba.yi

n. anak (bayi) yang baru lahir; orok

Pernah dengar ungkapan amit-amit jabang bayi? Sewaktu kecil, hingga SMP, saya hampir selalu mendengar — dan berakhir menyalahartikan — kata jabang menjadi cabang pada kalimat amit-amit jabang bayi. Awalnya saya bingung, apakah maksudnya kita berdoa agar bayi kita tidak bercabang? …

Check out the Dunning-Kruger effect which accidentally relates to this writing:

https://youtu.be/pOLmD_WVY-E

I thought it was a common sense that we should be nice to each other. True, the way we define nice is not always the same. But I think most people agree that there are things that is…

Kanya Chairunissa

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store